Melakukan bongkelan (pengambilan bibit dari bonggol) pada pisang Cavendish memerlukan ketelitian agar bibit yang dihasilkan sehat dan cepat tumbuh. Metode ini biasanya dipilih untuk mendapatkan bibit yang seragam dan bebas dari hama tanah.
Berikut adalah tata cara bongkelan pisang Cavendish yang sistematis:
1. Pemilihan Pohon Induk
Kualitas bibit sangat bergantung pada induknya. Pilih pohon dengan kriteria:
Varietas murni: Pastikan benar-benar jenis Cavendish.
Sehat: Tidak menunjukkan gejala layu fusarium (daun kuning layu) atau layu bakteri.
Produkti: Pernah berbuah dengan kualitas jantung dan sisir yang baik.
2. Proses Pengambilan Bonggol (Bongkel)
Lakukan langkah-langkah ini dengan hati-hati agar mata tunas tidak rusak:
Gali tanah di sekitar rumpun pisang yang dipilih.
Pilih anakan yang sudah memiliki daun pedang (daun sempit, tinggi sekitar 40–100 cm).
Potong koneksi bonggol anakan dari induknya menggunakan linggis tajam atau sekop.
Angkat bonggol keluar dari tanah, usahakan akarnya tidak banyak yang tertinggal namun jangan sampai bonggolnya pecah.
3. Pembersihan dan Penyiapan (Bit)
Setelah bonggol diangkat, lakukan perlakuan berikut:
Pemangkasan: Potong batang semu pisang hingga menyisakan sekitar 10–15 cm di atas bonggol.
Pembersihan: Buang akar-akar tua dan sisa tanah yang menempel. Kupas kulit luar bonggol yang berwarna gelap hingga terlihat bagian yang putih bersih (seperti mengupas bawang).
Seleksi Mata Tunas: Pastikan mata tunas pada bonggol terlihat jelas dan tidak rusak saat proses pembersihan.
4. Perlakuan Sterilisasi (Disinfektan)
Ini adalah tahap krusial untuk mencegah penyakit tular tanah:
Siapkan larutan fungisida dan bakterisida (sesuai dosis kemasan).
Rendam bonggol selama 15–30 menit.
Angkat dan tiriskan di tempat yang teduh (jangan terkena matahari langsung).
Jika lubang bekas potongan terlalu besar, bisa diolesi pasta fungisida atau abu kayu untuk mencegah pembusukan.
5. Penyemaian
Bonggol yang sudah bersih bisa langsung ditanam di lahan, namun sangat disarankan untuk disemai terlebih dahulu:
Media Semai: Gunakan campuran tanah dan sekam bakar (1:1).
Posisi: Tanam bonggol dengan posisi tegak, tutupi dengan media hingga menyisakan sedikit bagian atas batang semu.
Perawatan: Siram secara rutin namun jangan sampai tergenang (becek) karena bonggol rawan busuk.
Tips Tambahan
Gunakan Alat Steril: Pastikan linggis atau pisau yang digunakan telah dibersihkan dengan alkohol atau dibakar sebentar untuk mencegah penularan virus antar pohon.

0 Komentar